Jumat, 29 Maret 2019

Teknik Perawatan Mesin Di Industri



TEKNIK PERAWATAN MESIN DI INDUSTRI

BAB 1 MAINTENANCE (PERAWATAN)

1.1  Definisi Maintenance
      Maintenance merupakan suatu fungsi dalam suatu industry manufaktur yang sama pentingnya dengan funsi – fungsi lain seperti produksi. Hal ini karena apabila kita mempunyai mesin / peralatan, maka biasanya kita selalu berusaha untuk tetap dapat mempergunakan mesin / peralatan sehingga kegiatan produksi dapat berjalan lancer. Dalam usaha untuk dapat menggunakan terus mesin / peralatan agar kontinuitas produksi dapat terjamin, maka dibutuhkan kegiatan – kegiatan pemeliharaan yang meliputi:
1.     Kegiatan pengecekan. 
2.     Meminyaki (lubrication). 
3.     Perbaikan / reparasi atas kerusakan – kerusakan yang ada. 
4.     Penyesuaian / penggantian spare part atau komponen
1.2  Mengapa Harus Melakukan Perawatan
   Supaya meminimalisir terjadinya kerusakan pada mesin sehingga mesin yang digunakan dapat bertahan dalam jangka waktu panjang dan menghemat biaya kerusakan pada mesin. Dan juga untuk membantu mengurangi pemakaian dan penyimpanan yang diluar batas dan menjaga modal yang diinvestasiakn dalam perusahaan selama waktu yang ditentukan sesuai dengan kebijakan
1.3  Tujuan Perawatan
1. Supaya kemampuan berproduksi dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan rencana produksi. 
2.    Menjaga kualitas pada tingkat yang tepat untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh produk itu sendiri dan kegiatan produksi yang tidak terganggu. 
3.  Untuk membantu mengurangi pemakaian dan penyimpanan yang diluar batas dan menjaga modal yang diinvestasiakn dalam perusahaan selama waktu yang ditentukan sesuai dengan kebijakan perusahaan mengenai investasi tersebut. 
4. Untuk mencapai tingkat biaya maintenance secara efektif dan efisien keseluruhannya. 
5.     Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan sarana tersebut. 
6. Memaksimalkan ketersediaan semua peralatan sistem produksi (mengurangi downtime). 
7.     Untuk memperpanjang umur / masa pakai dari mesin / peralatan.

1.4  Siapa saja yang bertanggung jawab terhadap perawatan
https://html2-f.scribdassets.com/1kiy9ejp6o3yzi1c/images/6-dd3b67e9cd.png
1.     Penanam modal (investor)
2.     Manager
3.     Karyawan perusahaan yang bersangkutan
A.   Bagi investor perawatan penting karena
1. Dapat melindungi modal yang ditanam dalam perusahaan baik yang berupa bangunan gedung maupun peralatan produksi.
2. Dapat menjamin penggunaan sarana perusahaan secara optimal dan berumurpanjang.
3. Dapat menjamin kembalinya modal dan keuntungan.
4. Dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan.
5. Dapat mengetahui dan mengendalikan biaya perawatan dan mengembangkandata-data operasi yang berguna untuk membantu menentukan anggaran biayadimasa yang akan datang.
 B. Bagi Manager perawatan penting dengan harapan dapat membantu:
 1. Melindungi bangunan dan instalasi pabrik terhadap kerusakan
 2. Meningkatkan daya guna serta mengurangi waktu menganggurnya peralatan.
 3. Mengendalikan dan mengarahkan tenaga karyawan.
 4. Meningkatkan efisiensi bagian perawatan secara ekonomis.
 5. Memelihara instalasi secara aman.
 6. Pencatatan perbelanjaan dan biaya pekerjaan.
 7. Mencegah pemborosan perkakas suku cadang dan material.
 8. Memperbaiki komunikasi teknik.
 9. Menyediakan data biaya untuk anggaran mendatang.
 10.Mengukur hasil kerja pabrik sebagai pedoman untuk menempuh suatu kebijakan yang akan datang
C. Bagi karyawan, berkepentingan dengan perawatan dengan harapan dapat:
1.Menjamin kelangsungan hidup karyawan yang memadai dalam jangka panjang,yang mana akan menumbuhkan rasa memiliki sehingga peralatan/sarana yangdapat menjamin kelangsungan hidupnya akan dijaga dan dipelihara dengan baik.
2. Menjamin keselamatan kerja karyawan.
3.Menimbulkan rasa bangga bila bekerja pada perusahaan yang sangat terpeliharakeadaannya


BAB 2 PENGORGANISASIAN DEPARTEMEN PERAWATAN
A.Pokok Pembahasan Pertama
1.     Jenis Pekerjaan
  Jenis PekerjaanJenis pekerjaan perawatan akan menentukan karakteristik pengerjaan dan jenispengawasan. Jenis-jenis pekerjaan perawatan yang biasanya dilakukan adalah :sipil, permesinan, pemipaan, listrik dan sebagainya.
2.     Ruang Lingkup
     Ruang lingkup pekerjaan perawatan ditentukan menurut kebijaksanaanmanajemen. Departemen perawatan yang dituntut melaksanakan fungsi primer dan sekunder akan membutuhkan supervisi tambahan, sedangkan departemen perawatan yang fungsinya tidak terlalu luas akan membutuhkan organisasi yang lebih sederhana.
3.     Tenaga Kerja
Dalam membuat program pelatihan, dipertimbangkan terhadap tuntutan keahliandan keandalan pada masing-masing lokasi yang belum tentu sama dan juga untuk menangani permasalahan yang ada dalam proses jalan nya mesin di industry
4.     Kesinambungan Pekerjaan
Jenis pengaturan pekerjaan yang dilakukan di suatu perusahaan/industri akanmempengaruhi jumlah tenaga perawatan dan susnan organisasi perusahaan.Sebagi contoh, untuk pabrik yang melakukan aktifitas pekerjaan lima hari kerjaseminggu dengan satu shift, maka program perawatan preventif dapatdilakukantanpa menganggu kegiatan produksi dimana pekerjaan perawatan bisadilakukan diluar jam produksi. Berbeda halnya dengan aktifitas pekerjaanproduksi yang kontinyu ( 7 hari seminggu, 3 shift sehari) maka pekerjaanperawatan harus diatur ketika mesin sedang berhenti beroperasi.
5.   Situasi Geografis
Lokasi pabrik yang terpusat akan mempunyai jenis program perawatan yangberbeda jika dibandingkan dengan lokasi pabrik yang terpisah-pisah. Sebuahpabrik besar dan bangunannya tersebar akan lebih baik menerapkan programperawatan lokal masing-masing (desentralisasi), sedangkan pabrik kecil ataulokasi bangunannya berdekatan akan lebih baik menerapkan sistem perawatanterpusat (sentralisasi).
      6.  Ukuran Pabrik
Pabrik yang besar akan membutuhkan tenaga perawatan yang besardibandingkan dengan pabrik yang kecil, demikian pula halnya bagi tenagapengawas.
      7. Ruang lingkup bidang perawatan pabrik
Ruang lingkup pekerjaan perawatan ditentukan menurut kebijaksanaanmanajemen. Departemen perawatan yang dituntut melaksanakan fungsi primerdan sekunder akan membutuhkan supervisi tambahan, sedangkan departemenperawatan yang fungsinya tidak terlalu luas akan membutuhkan organisasi yanglebih sederhana.
8.  Keterandalan tenaga kerja yang terlatih
Dalam membuat program pelatihan, dipertimbangkan terhadap tuntutan keahliandan keandalan pada masing-masing lokasi yang belum tentu sama.
B. Pokok Pembahasan Kedua
      1. Konsep Dasar
1.Adanya pembatasan wewenang yang jelas dan layak untuk menghindariterjadinya tumpang tindih dalam kekuasaan.
2.Hubungan vertikal antara atasan dan bawahan yang menyangkut masalahwewenang dan tanggung jawab dibuat sedekat mungkin.
3. Menentukan jumlah optimum pekerja yang ditangani oleh  seorangpengawas.
4. Susunan personil yang tepat dalam organisasi

2.Prinsip – Prinsip Organisasi Dalam Divisi Maintenance
A .Fasilitas yang memadai
1.Kantor : Lokasi yang cocok, ruangan dan kondisi ntempat kerja yang baik.
    2.Bengkel : tempat pekerjaan, lokasi bangunan, ruangan dan peralatan.
              3.Sarana komunikasi : telepon, pesuruh dll.
         B. Supervisi
    Diperlukan dalam mengelola pekerjaan, dimana :
1. Fungsi dan tanggung jawab jelas
        2.Waktu yang cukup untuk melaksanakan pekerjaan
3. Latihan khusus untuk memenuhi kecakapan
4. Cara untuk menilai hasil kerja
C. Sistem dan kontrol yang efektif
    1. Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan
    2. Kualitas hasil pekerjaan perawatan
    3 Ketelitian pekerjaan perawatan (tidak terjadi over maintenance)
    4. Penampilan kerja tenaga perawatan• Biaya perawatan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar