NAMA : RONY FAJAR SETIAWAN
NPM : 26416678
KELAS : 1IC01
TUGAS 1
1.
Membuat
tulisan tentang tentang perubahan kebudayaan
PERUBAHAN
KEBUDAYAAN
Perubahan kebudayaan sebagai hasil cipta,rasa,dan
karsa manusia adalah tentu saja perubahan yang memberi ilai manfaat bagi
manusia dan kemanusiaan,bukan sebaliknya yaitu yang akan memusnahkan manusia
sebagai pencipta kebudayaan tersebut.
Ada lima faktor penyebab perubahan kebudayaan:
Ada lima faktor penyebab perubahan kebudayaan:
a. Perubahan lingkungan alam
Contoh gambar penebangan dan
pembakaran hutan karena ulah manusia

Contoh
penebangan hutan secara liar
Pengaruh
Budaya Terhadap Lingkungan alam
Adalah
perubahan lingkungan alam yang disebabkan oleh ulah manusia seperti pembakarn
hutan dan penebangan pohon secara liar.perubahan lingkunga alam juga bias
terjadi karena faktor alam itu sendiri seperti longsor,sunami,gempa bumi
danbencana alam lain nya.Budaya
yang dikembangkan oleh manusia akan berdampak pada lingkungan tempat kebudayaan
itu berkembang. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya
yang tampak dari luar. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap
lingkungan seseorang dapat mengetahui, mengapa suatu lingkungan tertentu akan berbeda
dengan lingkungan lainnya dan mengasilkan kebudayaan yang berbeda pula.
Beberapa
variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan:
- Phisical Environment yaitu
lingkungan fisik menunjuk kepada lingkungan natural seperti flora, fauna,
iklim dan sebagainya.
- Cultural Social Environment,
meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisanya seperti :
norma-norma, adat istiadat dan nilai-nilai.
- Environmental Orientation and
Representation, mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif yang
berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya.
- Environmental Behaviordan and
Process, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam
hubungan sosial.
- Out Carries Produc, Meliputi
hasil tindakan manusia seperti membangun rumah, komunitas dan sebagainya.
Dari
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan
dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai
dan aspek kehidupan lainnya yang menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan
masyarakat lainnya.
b. Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan suatu kelompok lain.

Mobilitas
yang tinggi saat ini menjadikan arus pertukaran budaya semakin cepat dan tanpa
batas. Contoh nyata adalah dulu masyarakat di Jawa banyak yang menganut agama
Hindu namun sejak ada pedagang Islam masuk maka cara kehidupan mereka lambat
laun berubah mulai dari pakaian, agama hingga perilaku.
c. Perubahan karenan adanya penemuan (discovery).


Perubahan
karena adanya penemuan
Perkembangan IPTEK yang pesat membuat banyak penemuan misalnya game. Dulu anak-anak Indonesia sering memainkan permainan tradisional namun saat ini sejak ditemukannya game seperti PS, Game online dan lainnya perlahan-lahan permainan tradisonal mulai ditinggalkan.
Suatu penemuan berarti menemukan sesuatu yang
sebelumnya belum dikenal tetapi telah tersedia di alam sekitar atau di alam
semesta ini. Misalnya di dalam sejarah perkembangan umat manusia terjadi penemuan-penemuan
dunia baru sehingga pemukiman manusia menjadi lebih luas dan berarti pula
semakin luasnya penyebaran kebudayaan. Selain itu, di dalam penemuan dunia baru
akan terjadi difusi atau proses lainnya mengenai pertemuan
kebudayaan-kebudayaan tersebut. Discovery sendiri akan berubah menjadi
invention jika masyarakat sudah mengakui, menerima, serta menerapkan penemuan
baru tersebut.
d. Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan material yang telah dikembangkan oleh bangsa lain di tempat lain.

Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau
bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan material yang telah dikembangkan
oleh bangsa lain di tempat lain. Contohnya
adalah penggunaan berbagai macam mesin pertanian yang dikembangakan di negara
Eropa atau negara lain. Masyarakat Indonesia dulu tidak mengenal teknik
pertanian tersebut namun setelah mengadakan studi banding maka Indonesia
mengadopsi metode tersebut dan diterapkan di masyarakat Indonesia.
e.
Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan
mengadopsi suatu kepercayaan baru.

Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa
memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsi pengetahuan atau kepercayaan baru
atau karena perubahan pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas.
Perubahan zaman tentunya akan memaksa manusia untuk berubah mengikuti alur zaman itu sendiri. Dahulu masyarakat Indonesia banyak bergerak di sektor agraris, namun saat ini sektor agraris perlahan dirubah ke sektor industri agar kesejahteraan masyarakat meningkat. Jika dulu petani lebih mengarah pada subsiten farming namun sekarang beralih ke industrial farming.
Perubahan zaman tentunya akan memaksa manusia untuk berubah mengikuti alur zaman itu sendiri. Dahulu masyarakat Indonesia banyak bergerak di sektor agraris, namun saat ini sektor agraris perlahan dirubah ke sektor industri agar kesejahteraan masyarakat meningkat. Jika dulu petani lebih mengarah pada subsiten farming namun sekarang beralih ke industrial farming.
2.
Mana yang
sulit dan yang mudah diterima dalam perubahan kebudayaan ?
Kebudayaan Yang Mudah Diterima dan
Sulit Diterima di Indonesia Kebudayaan
Yang Mudah Diterima dan Sulit Diterima di Indonesia
Pengertian
Kebudayaan
Kebudayaan
sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw
Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat
ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah
untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits
memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke
generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut
Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma
sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius,
dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut
Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di
dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota
masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah
sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari
berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan
adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem
ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan
kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang
berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya
pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni,
dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
KEBUDAYAAN YANG MUDAH DITERIMA DAN SULIT
DITERIMA
Segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh
kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Di Indonesia banyak sekali kebudayaan
dan kepribadian yang ada, karena seperti yang kita tahu bahwa Indonesia
memiliki banyak sekali suku sehingga dengan sudah sangat pasti kebudayaannya
pun berbeda.
Adanya kemajuan teknologi dan komunikasi menyebabkan informasi yang datang dari luar pun dapat dengan mudah kita terima. Misalnya , lewat radio, televisi, dan lain-lain.
Teknologi memberikan kemungkinan-kemungkinan yang sangat luas untuk memanfaatkan hasil-hasil alam dan apabila mungkin menguasai alam. Perkembangan teknologi di Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Jerman, dan Jepang merupakan contoh di mana masyarakat tidak lagi pasif menghadapi tantangan alam sekitar. Keadaan semacam ini disebut modernisasi yang akan berkembang terus sampai melahirkan Era Globalisasi.
Adanya globalisasi menyebabkan unsur-unsur budaya asing akan mudah masuk ke Indonesia. Budaya yang datang dari luar tidak semuanya positif bagi perkembangan dan kehidupan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Tetapi unsur-unsur budaya asing yang masuk juga ada yang bersifat negatif.
Pada umumnya unsur budaya kebendaan seperti peralatan yang mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat, mudah diterima oleh masyarakat. Misalnya, alat tulis-menulis yang banyak digunakan orang Indonesia yang diambil dari unsur-unsur kebudayaan Barat.
Selain itu, unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat yang besar seperti radio transitor sebagai alat media massa yang termasuk unsur kebudyaan yang mudah diterima. Unsur-unsur tersebut dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima. Misalnya, mesin penggiling padi dengan biaya murah dan pengetahuan teknis yang sederhana dapat digunakan untuk melengkapi pabrik penggilingan.
Unsur-unsur asing yang diterima tentunya lebih dulu mengalami proses pengolahan. Unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh masyarakat misalnya unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan dan ideologi. Selain itu, unsur-unsur yang dipelajari pada tahap pertama proses sosialisasi misalnya, makanan pokok suatu masyarakat juga termasuk salah satu unsur kebudayaan yang sulit diterima. Dengan globalisasi berbagai unsur kebudayaan yang sangat sulit diterima. Dengan globalisasi berbagai unsur kebudayaan juga akan masuk. Dengan globalisasi berbagai unsur kebudayaan juga akan masuk. Hal ini akan membawa dampak positif dan negatif.
Pada dasarnya masyarakat daerah timur dengan contoh Indonesia, sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada di Indonesia.
Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dan lain – lain.
Adanya kemajuan teknologi dan komunikasi menyebabkan informasi yang datang dari luar pun dapat dengan mudah kita terima. Misalnya , lewat radio, televisi, dan lain-lain.
Teknologi memberikan kemungkinan-kemungkinan yang sangat luas untuk memanfaatkan hasil-hasil alam dan apabila mungkin menguasai alam. Perkembangan teknologi di Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Jerman, dan Jepang merupakan contoh di mana masyarakat tidak lagi pasif menghadapi tantangan alam sekitar. Keadaan semacam ini disebut modernisasi yang akan berkembang terus sampai melahirkan Era Globalisasi.
Adanya globalisasi menyebabkan unsur-unsur budaya asing akan mudah masuk ke Indonesia. Budaya yang datang dari luar tidak semuanya positif bagi perkembangan dan kehidupan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Tetapi unsur-unsur budaya asing yang masuk juga ada yang bersifat negatif.
Pada umumnya unsur budaya kebendaan seperti peralatan yang mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat, mudah diterima oleh masyarakat. Misalnya, alat tulis-menulis yang banyak digunakan orang Indonesia yang diambil dari unsur-unsur kebudayaan Barat.
Selain itu, unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat yang besar seperti radio transitor sebagai alat media massa yang termasuk unsur kebudyaan yang mudah diterima. Unsur-unsur tersebut dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima. Misalnya, mesin penggiling padi dengan biaya murah dan pengetahuan teknis yang sederhana dapat digunakan untuk melengkapi pabrik penggilingan.
Unsur-unsur asing yang diterima tentunya lebih dulu mengalami proses pengolahan. Unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh masyarakat misalnya unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan dan ideologi. Selain itu, unsur-unsur yang dipelajari pada tahap pertama proses sosialisasi misalnya, makanan pokok suatu masyarakat juga termasuk salah satu unsur kebudayaan yang sulit diterima. Dengan globalisasi berbagai unsur kebudayaan yang sangat sulit diterima. Dengan globalisasi berbagai unsur kebudayaan juga akan masuk. Dengan globalisasi berbagai unsur kebudayaan juga akan masuk. Hal ini akan membawa dampak positif dan negatif.
Pada dasarnya masyarakat daerah timur dengan contoh Indonesia, sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada di Indonesia.
Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone, komputer, dan lain – lain.
Namun ada pula unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit
diterima adalah misalnya :
1. Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain-lain.
2. Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat.
3. Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru.
4. Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
1. Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain-lain.
2. Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat.
3. Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua, dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru.
4. Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur
kebudayaan baru diantaranya :
1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.
1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan
peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di
seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, dan bentuk-bentuk
interaksi yang lain sehingga batas-batas negara menjadi bias. Kata
“globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya universal. Globalisasi
sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan
membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain,
mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan dengan menyingkirkan
batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuknya yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuknya yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama.
Unsur globalisasi yang sulit diterima masyarakat:
1. Teknologi yang rumit dan mahal.
2. Unsur budaya luar yang bersifat ideologi dan religi.
3. Unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
1. Teknologi yang rumit dan mahal.
2. Unsur budaya luar yang bersifat ideologi dan religi.
3. Unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
Unsur globalisasi yang mudah diterima masyarakat:
1. Unsur yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
2. Teknologi tepat guna, teknologi yang langsung dapat diterima oleh masyarakat.
3. Pendidikan formal di sekolah.
1. Unsur yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
2. Teknologi tepat guna, teknologi yang langsung dapat diterima oleh masyarakat.
3. Pendidikan formal di sekolah.
FAKTOR YANG MEMBUAT BUDAYA ASING MUDAH DITERIMA :
1. Faktor kurangnya pengawasan orang tua
2. Fakto pertemanan / pergaulan
3. Faktor lingkungan
4. Fakor teknologi
Dari faktor-faktor di atas ini sangat berpengaruh untuk perkembangan anak
bangsa / penerus-penerus pahlawan bangsa. Faktor-faktr ini harus benar-benar di
perhatikan dan jangan sekalipun di anggap remeh.
3.
Konsep minimal Satu !
Konsep-konsep penting tersebut antara lain internalisasi ,
sosialisasi,dan enkulturasi. Kemudian ada juga evolusi kebudayaan yang
mengamati perkembangan kebudayaan manusia dari bentuk yang sederhana hingga
bentuk yang semakin lama semakin komplek. Serta juga ada difusi yaitu
penyebaran kebudayaan secara geografi ,terbawa oleh perpindahan bangsa-bangsa
di muka bumi .Proses lain adalah proses unsure kebudayaan asing oleh warga
masyarakat yaitu proses alkulturasi dan asimilasi.Akhir nya ada proses pembaharuan
atau inovasi yang berhubungan erat dengan penemuan baru.
a)Proses Internalisi
Manusia mempunyai bakat tersendiri dalam gen nya untuk
mengembang berbagai mavam perasaan, hasrat, nafsu, serta emosi kepribadian.
Tetapi wujud dari kepribadian nyaitu sangat di pengaruhi oleh berbagai macam
stimuli yang ada di sekitar alam dan lingkungan sosial dan budaya nya.maka
proses internalisasi adalah proses panjang sejak seorang individu di lahirkan
sampai ia hamper meninggal,dimana ia belajar menanamkan dalam kepribadian nya
segala hasrat, perasaan, nafsu serta emosi yang di perlukan sepanjang hidup
nya.
b)Proses Sosial
Proses ini bersangkutan dengan proses kebudayaan dalam
hubungan dengan sistem sosial. Dalam prose itu individu dari masa anak-anak
hingga masa tua nya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan egala
macam individu di sekelilingi nya yang menduduki beraneka macam peranan sosial
yang mungkin ada dalam kehidupan sehari-hari.
c)Proses
Enkulturasi
Dalam proses ini eorang individu mempelajari dan
menyesuaikan alam pikiran erta sikap dengan adat-istiadat, sistem norma, serta
peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaan nya .kata enkulturasi dalam
bahaa Indonesia juga bearti “pembudayaan”. Seorang individu dalam hidup nya
juga sering meniru dan membudayakan berbagai macam tindakan setelah perasaan
dan nilai
budaya memberi motivasi akan tindakan meniru itu telah
diinternaliasi dalam kepribadianya.
d)Penyebaran
Manusia
Ilmu paleoantropologi memperkirakan bahwa manusia terjadi di
daerah sabana tropical di Afrika Timur, dan sekarang mahluk ituudah menduduki
hamper seluruh permukaan bumi ini. Hal ini diterangkan dengan adanya proses
pembiakan dan penyebaran atau migrasi yang disertai dengan proses adaptasi
fisik dan soial budaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar